How to Be Interesting – in 10 (NINE) steps

Kamu merasa bosan dengan hidupmu yang ‘gitu-gitu’ aja?

Setiap hari melakukan aktivitas yang sama, bertemu dengan orang yang sama, berbicara tentang hal-hal yang hampir sama, dan selalu berpikir tentang yang ‘itu-itu’ aja?

Kamu merasa banyak orang yang menilaimu nggak oke, nggak cool, dan nggak menarik?

Nih, saya coba kutip tips super cool dari Jessica Hagy dalam bukunya “How To Be Interesting: In 10 Simple Steps”. Yuk dilihat!

Sebelum kamu menjadi menarik, kamu perlu tahu dong mengapa sih HARUS MENARIK?

Pertama, karena dengan menjadi menarik kamu membatasi penyesalanmu terhadap dirimu dan hidupmu.

Kedua, supaya kamu bisa menhargai dan menghormati dirimu sendiri.

Ketiga, supaya hidupmu nggak ‘gitu-gitu’ aja dan kamu nggak mati karena bosan hidup.

Keempat, hm, karena hidup cuma sekali (YOLO) dan kamu kudu bisa meninggalkan manfaat dan jasa, bukan noda.

Kelima, karena sebenarnya kamu bisa.

Nah, setelah kamu memahami dan menyelami alasan-alasan mengapa dirimu harus menjadi menarik, sekarang saatnya kita mulai langkah-langkahnya. Tapi saya hanya mengutipnya 9 langkah saja. Satu langkah lagi adalah membaca buku aslinya. Hehehe…

Baca lebih lanjut

Iklan

Let’s Read! Ayo Baca!

passion_for_reading_by_a_moora_h-d4xlifw

Ayolah, basi banget kalo masih mikir males buat baca. Udah nggak zamannya ngegosip tanpa sumber dari bahan bacaan. Biar ngegosip terasa lebih aduhai, sisipkan info-info up to date dari hal-hal yang kita ┬ábaca. Ya, kita emang kudu baca. Lagipula, sebenarnya kamu udah punya hobi baca yang lumayan oke. Coba dihitung deh, berapa kali kamu baca chat-chat panjang di BBM, Whatsapp, WeChat, Line, Skype atau SMS. Nah, itu udah merupakan basic skill yang bagus buat latihan membaca yang ‘lebih bermanfaat’.

Saya bukannya mau bilang chat-chat yang kamu baca adalah hal yang nggak penting. Tapi seberapa besar isi dari chat-chat kamu yang sarat dengan informasi bermutu. Paling-paling cuma info tentang teman-teman satu sekolah, keluhan soal-soal ulangan yang susah, atau gebetan yang nggak bakalan jadi pacar. Aduh, curhat! ­čśŽ

Kalo dijabarkan satu per satu, manfaat membaca ada seabrek-abrek banyaknya. Nah, makanya saya cuma mau kasih lima aja. Tapi ini penting. I swear. This is even more important than your chat about your girlfriend or boyfriend. Check these out!

Pertama, nambah kosakata. Semakin berkembang bahan bacaan kamu semakin banyak kosakata yang bisa kamu kuasai. Meskipun kamu nggak berniat jadi presenter berita dengan vocabulary tingkat dewa, menambah kosakata bisa meningkatkan pemahamanmu dalam berkomunikasi.

Kedua, nambah informasi. Semakin banyak bahan yang dibaca, semakin banyak informasi yang bisa kamu peroleh. Dan semakin banyak informasi yang kamu dapat, maka semakin peka pikiran kamu untuk memfilter mana fakta, mana opini dan mana yang cuma hoax doang. Jadi nggak ada tuh alasannya ngirim broadcast message dengan info ngibul yang bahkan kamu sendiri nggak ngerti kebenarannya seperti apa.

Ketiga, melatih diri kita untuk fokus. Meskipun ada teknik membaca cepat yang tidak memerlukan fokus penuh, namun kamu tetap harus mampu menyimpulkan sebuah general idea dari sebuah bahan bacaan. Nggak mungkin kamu lagi baca cerpen teenlit tapi pikiranmu malah melantur ke adegan Drexter yang kejam. Jadi kalau mau melatih fokus pikiran, bacalah. Dan tuntaskan bacaanmu, jangan setengah-setengah!

Keempat, bikin relax. Percaya deh, dari baca info singkat di majalah dan koran sampai baca novel yang tebalnya amit-amit memang bisa menurunkan tingkat depresi. Bahkan baca buku Zodiac Serial Killer pun (which is butuh banget mikir) tetap bisa bikin kita relax. Coba deh. Percaya sama saya! haha…

Kelima, mencegah dari penyakit alzheimer. Kamu tahu film drama Korea ‘A Moment To Remember‘ atau filmnya Ryan Gosling ‘Notebook‘? Nah dua film itu menggambarkan bagaimana seseorang yang mengidap alzheimer. Nah, biar kamu nggak kena alzheimer saat masih muda, sering-sering deh membaca.

Nah, masalahnya adalah bagaimana kita bisa menumbuhkan minat baca yang kurang biar nggak gampang ngantuk plus boring tingkat pagoda?

Saya bakal kasih tips detailnya di lain kesempatan. Tapi intinya, biar minat baca bisa nambah, cobalah membaca bacaan yang ringan dulu. Yang terpenting adalah bertahap. Ingat, bertahap. Jangan napsu mau baca Harry Potter maraton dari buku tahun pertama sampai tahun ketujuh sementara minat baca masih belum mantep. Cobalah dari baca majalah yang ringan, kemudian koran, novel ringan dan selanjutnya novel sekelas Lord of The Ring atau The Hobbit.

Nggak suka bacaan fiksi? Okay, kamu bisa memcoba baca bahan-bahan nonfiksi kayak buku pelajaran, RPUL sampai jurnal ilmiah dari banyak kampus. Euh, mendadak saya mual. haha…

Intinya adalah mulailah membaca dari sekarang.

Kalau nggak sekarang cobalah besok. Kalau nggak besok cobalah lusa. Kalau nggak lusa? Yaudah kamu baca broadcast message aja sama pantengin timeline twitter. Itu artinya kamu udah nggak ketolong.

Nah, buat latihan baca kamu bisa mulai dengan baca koran di Gama’88. Setiap cabang Gama’88 berlangganan koran Kompas. Atau kalau mau bacaan yang lebih asoy, di Gama’88 Vila Nusa Indah ada majalah intisari dan SG Magazine (Student Globe by Jakarta Globe). Makin banyak experiences membaca, makin oke isi otak kamu.

Ayo baca!!

Tahun Baru, Coba Hal Baru!

Hello everyone,

Nggak perduli kamu┬áberada di mana, akan selalu ada hal-hal baru yang bisa kamu pelajari atau diekplorasi. So,┬átahun ini cobalah menambahkan satu dari empat aktivitas baru berikut ke dalam rutinitas kamu. Aktivitas-aktivitas ini akan membantu memberikan tantangan untuk otakmu atau berkontribusi menempa dirimu [haha besi kali ya ditempa], yah, menjadikan hidup kamu lebih berarti. Okeh itu agak lebay [but it’s true]. Dan dalam prosesnya kamu bisa jadi menemukan sesuatu yang ‘kamu banget’.

Apa aja aktivitas seru yang bisa kamu tambahkan di daftar padatnya rutinitas harianmu?

1) BELAJAR BAHASA BARU

LanguageOkay, kamu udah jago banget pake bahasa Ibu, which is bisa jadi merupakan bahasa daerah asal kelahiranmu (bahasa Jawa, Sunda, Padang, Batak, atau yang lainnya). Kamu juga udah jago pake bahasa Indonesia. Plus, kamu ikutan les bahasa Inggris di banyak tempat kursus. Tapi nggak ada salahnya kalau kamu belajar bahasa lain seperti bahasa Mandarin atau bahasa Jepang.

Tapi kamu harus beneran belajar sampai bisa cas cis cus. Why?

Sebuah penelitian di tahun 2010 tentang Language and Cognition menemukan bahwa orang bilingual (yang menguasai  dua bahasa- ngoceh dengan dua bahasa) lebih cepat dan responsif terhadap  switching between other type of tasks, maksudnya beralih tugas atau aktivitas yang dilakukan bersamaan. Sekarang kan zamannya multitasking, nggak perduli gender laki-laki atau perempuan multitasking somehow is a must. Jangan cuma smartphone yang bisa multitasking, kamu juga harus jago melakukan beberapa aktivitas secara bersamaan agar waktu yang dimanfaatkan lebih efisien. Nah, seorang yang bilingual diyakini mampu melakukan multitasking lebih cepat dan tepat.

Jadi, sudah siapkah kamu belajar bahasa baru di tahun ini?

Bolehlah kamu belajar bahasa Korea sampe mahir, sukur-sukur bisa jalan-jalan ke Korea. Siapa tahu bisa ketemu Kim Jaejung atau Choi Siwon, bisa wawancara pernonil Bigbang atau Girls Generation. Who knows what miracle we can achieve, right?

2) MAIN MUSIK (BELAJAR INSTRUMENT)

Musical InstrumentsKamu nggak perlu jadi pianis terkenal atau seorang bintang rock, kamu hanya perlu mempelajari bagaimana menguasai satu alat musik. Tidak perlu mahir, cukup sampai menguasai saja. Sampai kamu bisa melantunkan dua atau tiga lagu dengan instrumen tersebut.

“Tapi aku kan nggak berbakat di musik!”

Hey, siapa yang berbicara tentang bakat? Kamu nggak perlu bakat untuk sekadar bisa memainkan alat musik. And that’s why I told you to learn about instrument. Punya bakat atau nggak, pelajari saja satu instrument yang membuatmu tertarik. Kamu bisa memilih belajar gitar, biola, piano atau saxofon. It’s up to you.

Sebenarnya kenapa sih kita perlu belajar musik?

Karena menghabiskan waktu berlatih musik walaupun sebentar, dapat melatih ketajaman rasa kamu. Apanya yang tajam? Sensitivitas dirimu yang jadi lebih tajam dan lebih terasah. Dalam sebuah studi oleh para ilmuwan di University of St. Andrews, musisi amatir (orang yang bisa main musik walaupun nggak jago-jago amat) melakukan tes mental sederhana dengan lebih baik dibandingkan mereka yang sama sekali bukan musisi (dalam artian nggak bisa main musik sama sekali). Si musisi amatir cenderung memberi respon lebih cepat dan akurat.

Nah kan, keren banget ternyata manfaatnya. So, pilih instrumentmu! Pick up a guitar, flute or harmonica this year!

3) MELAKUKAN KEBAJIKAN UNTUK ORANG LAIN (MENOLONG ORANG LAIN)

Hand HelpingSejatinya, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Udah nggak zamannya lagi jadi manusia apatis yang nggak perduli sama keadaan orang-orang di sekitar. Paul Walker aja yang notabene seorang artis besar, bergabung di banyak LSM yang bergerak di bidang kemanusiaan. Selain si Paul, ada Jet Li yang ditunjuk sebagai duta WHO di tahun 2009.

Nah, sekarang saatnya kamu ambil bagian. Ikut beraksi menolong orang. Semakin altruistis kamu, semakin sehat jasmanimu. Di tahun 2013 kemarin, sebuah studi menemukan remaja yang menjadi sukarelawan bersama anak-anak selama 10 minggu memiliki kadar kolesterol dan tingkat peradangan lebih rendah ketimbang mereka yang nggak ikutan menjadi sukarelawan. Tidak perduli apakah mereka menjadi sukarelawan yang pasif di satu tempat atau yang aktif (misalnya ikut dalam kegiatan penanggulangan bencana alam), tapi setelah studi berakhir para remaja tidak hanya melaporkan bahwa terjadi perubahan besar dengan cara mereka bersikap (more altruistic) terhadap orang lain, juga  mereka rasakan benefit yang luar biasa dengan kesehatan mereka.

So, nggak usah nunggu waktu buat ikutan gabung di Palang Merah Remaja atau organisasi kemasyarakatan yang lebih besar. Mulailah dari yang terkecil. Bantuin deh Mama sama Papa di rumah, terus mulai perduli dengan teman, bantuin mereka saat sedang kesulitan. Nggak perlu berpikir bahwa kamu kadang juga perlu bantuan dan perhatian orang, lakukan saja. Karena kamu bakal memetik kebahagiaan dari membantu orang.

Pasang motto baru tahun ini, ‘Siap menjadi orang yang bermanfaat!‘.

4) PERGI BERPETUALANG

petualanganKenapa ya hampir setiap film untuk anak-anak menceritakan tentang petualangan?

Karena memang berpetualang bisa mengubah otak kamu secara fisik. Ya, kamu nggak salah baca, otak kamu berubah!

Pada sebuah penelitian, tikus yang berani pergi menjauh dari tempat asalnya dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya memiliki neuron yang tumbuh lebih banyak dibandingkan tikus-tikus yang diem aja di sarangnya, meskipun sebenarnya semua tikus secara genetik adalah sama.

Though in this study mereka cuma meneliti tikus, penelitian ini menunjukkan hubungan antara prilaku individu dan neuroplastisitas, dan mungkin mulai menjelaskan bagaimana kita mengembangkan kepribadian kita menjadi lebih baik. So, take your adventure now, pilih apakah kamu mau bepergian ke luar kota atau ke luar negeri atau sekadar jalan-jalan di lingkungan sekitar yang belum pernah kamu kunjungi.

Jadi, daripada di rumah aja kayak ayam lagi ngerem telor, jauh lebih baik berburu telor di tempat lain, hehehe…. itu cuma istilah. Berasa hari paskah nih!

Okay, guys. Besar atau kecil, temukanlah sesuatu yang tidak hanya menantangmu tapi juga memberikan sensasi kesenangan tahun ini. Coba bicarakan dengan Mama dan Papa, tanyakan apa ide terbaik mereka atas aktivitas seru yang bakal bikin hidupmu lebih bermakna dan bermanfaat.

Kalau kamu sudah punya ide asik buat melakukan satu dari keempat aktivitas di atas (Atau kamu berencana melakukan semuanya??!!), tulislah di kolom komentar.