Tahun Baru

Happy New Year

Dunia sempurna  dengan siklusnya. Manusia mengenang sejarah dengan menandainya. Walau kadang penanda itu menghilangkan sebagian letupan emosi yang memeluknya. Pemberian nomor bagi narapidana sebagai contohnya. Manusia dengan segala unsur insannya  dikenal, dikenang dan direduksi dengan sebuah angka. Hanya sebuah angka.

Kenangan akan dengan mudah dipanggil kembali dalam ritual dan upacara dengan adanya angka. Wujud lain angka adalah jam, tanggal, bulan, dan juga tahun. Untuk kata yang terakhir ini; Tahun (dari bahasa latin ; annus ) hadir dengan membawa kisahnya.

Pada tahun 104 SM, Kaisar Wu yang memerintah Dinasti Han  di China menetapkan bulan 1 sebagai awal tahun sampai sekarang. Entah Kaisar Wu percaya atau tidak. Di sana telah berkembang mitos Nian, seekor naga raksasa pemakan manusia yang muncul di setiap akhir musim dingin untuk memakan segala ; hasil panen, binatang ternak, bahkan manusia. Untuk melindungi diri, mereka  menaruh  aneka makanan di depan pintu rumah sebagai  sesaji.  Berpakaian merah. Menghiasi rumah dengan lentera dan kertas-kertas berwarna merah. Juga petasan yang pekikannya menyambar ke penjuru arah. Nian, sang raksasa gundah dan marah. Dan tak pernah lagi singgah. Nian akhirnya ditangkap oleh Hongjun Laozu, seorang Pendeta Tao dan Nian kemudian menjadi kendaraan Honjun Laozu.

Tahun baru bagi bangsa China dimaknai sebagai upaya penjagaan dan perlindungan diri. Jika ilmu mencukupi (Hongjun Laozu) keburukan, kekejaman dan keganasan (Nian) bisa dikendalikan dan dimanfaatkan (sebagai kendaraan).

Di tanah Hindu (India) ada juga kisahnya. Di awal abad Masehi bahkan jauh sebelumnya, Negeri India dan di sekitarnya terjadi krisis dan konflik sosial yang berkepanjangan. Pertikaian antarsuku (Suku Saka, Pahiava, Yueh Chi, Yavana, dan Malaya) menang dan kalah silih berganti. Gelombang perebutan kekuasaan  antarsuku menyebabkan terombang-ambingnya kehidupan  beragama. Pola pembinaan kehidupan beragama menjadi beragam, baik karena kepengikutan umat terhadap kelompok-kelompok suku bangsa, maupun karena adanya penafsiran yang saling berbeda terhadap ajaran yang diyakini.

Pertikaian yang panjang berakhir ketika suku Saka menjadi pemenang. Di bawah pimpinan Raja Kaniskha I yang dinobatkan menjadi Raja dari turunan Saka,  tanggal 1 (satu hari sesudah tilem) bulan 1 (Caitramasa) tahun 01 Saka, bertepatan dengan bulan Maret tahun 78 Masehi. Dari sini dapat diketahui bahwa peringatan pergantian tarikh saka adalah hari keberhasilan kepemimpinan Raja Kaniskha I menyatukan bangsa yang tadinya bertikai dengan paham keagamaan yang saling berbeda. Oleh karena itu peringatan Tahun Baru saka bermakna sebagai hari kebangkitan, hari pembaharuan, hari kebersamaan (persatuan dan kesatuan), hari toleransi, hari kedamaian dan hari kerukunan nasional.

Kaisar Julius Caesar mengganti kalender tradisional dengan kalender julian. Ia geram, kalender yang telah dipakai sejak abad ke-7 SM itu sangat kacau. Sistem kalender tradisional ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap munculnya bulan dan matahari , dan menempatkan bulan Martius (Maret) sebagai awal tahunnya.

Kalender Julius memiliki 12 bulan dengan urutan sebagai berikut: 1) Januari 2) Februari, 3) Martius, 4) Aprilis, 5) Maius, 6) Iunius, 7) Quintilis, 8) Sextilis, 9) September, 10)October, 11) November, 12) December. Tahun 44 SM, Julius tak tahan untuk tidak mengubah bulanke-7 dan memonumenkan dirinya; Quintilis diganti dengan namanya, yaitu Julius. Kemudian penerusnya juga tak tahan dengan godaan popularitas itu. Sextilis diganti dengan Augustus (Kaisar Augustus).

Tahun baru bagi bangsa Romawi adalah upaya membenahi kekacauan yang terjadi.

Umat Islam memiliki kisah tersendiri.  Awal penetapan tahun Islami dimulai pada zaman kekalifahan Amirul Mukminin Umar bin Khattab ra. Beliau bermusyawarah dengan para ahli untuk membicarakan darimana dimulainya tahun Islami. Hal ini terjadi kurang lebih pada tahun 16 H atau 17 H. Maka sempat muncul berbagai pendapat , diantaranya; 1) dihitung dari kelahiran Rasulullah, 2) dihitung dari tahun wafat beliau, 3) dihitung dari hijrahnya beliau, 4) dihitung sejak kerasulan beliau, 5) saat perang Badar, 6) Perjanjian Hudaibiyah, dan 7) Fathu Mekkah.

Berbagai pendapat itu kemudian disimpulkan dan diputuskan oleh Amirul Mukminin bahwa dimulainya perhitungan tahun Islami adalah dari hijrahnya Rasulullah SAW karena sejak disyariatkannya hijrah, Allah SWT memilah antara yang haq dan yang bathil. Pada waktu itu pula awal pendirian negara Islam.

Keberagaman selalu meneteskan butir-butir keseragaman kebijaksanaan walaupun itu tersamar, tak kasat mata. Berbeda adalah sunatullah dan itu adalah rahmat. Perbedaan alasan penentuan awal tahun membawa hikmah-hikmah sebagai berikut:

  1. Tahun baru dimaknai sebagai upaya penjagaan dan perlindungan diri. Jika ilmu mencukupi (Hongjun Laozu) keburukan, kekejaman dan keganasan (Nian) bisa dikendalikan dan dimanfaatkan (sebagai kendaraan). Seperti dalam tradisi China.Maka belajarlah lebih keras.
  2. Sebagai upaya peringatan atas kebangkitan dari krisis sosial, perpecahan menuju pembaruan demi kemajuan kehidupan seperti yang dikisahkan dalam tradisi Hindu/Saka.
  3. Sebagai upaya membenahi kekacauan perhitungan yang terjadi. Sehingga lebih teliti, cermat, dan akurat dalam melangkah. Seperti dalam tradisi Romawi.
  4. Sebagai upaya pengingat untuk meninggalkan kemungkaran, ketidaknyamanan, ketertindasan menuju kemerdekaan dalam memperjuangkan  kebebasan, kebenaran dan ridha Ilahi.

Momentum tahun baru adalah momentum untuk kita memilah dan memilih ke kehidupan yang lebih baik. Selamat tahun baru!

~Catatan Tutor, Edisi Selasa, 1 Januari 2012~

ditulis oleh : Sentot Mirota

2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s