Belanja Bijak : Belanja Tepat, Belanja Hemat

Masuk bulan Ramadhan, jujur saja, yang ada di pikiran Mas adalah bagaimana saat Lebaran nanti Mas bisa punya baju baru (yang bagus), pernak-pernik baru (sepatu baru, kacamata baru, jam tangan baru, peci baru, sarung baru), kamera baru, komputer baru, TV baru, bahkan kalau bisa rumah baru dan pacar baru. hehehe…

Tapi sebenarnya, kalau Mas pikir-pikir lagi, apa yang ada di pikiran Mas tersebut nggak sepenuhnya dibutuhkan.  Habis bagaimana donk, kalau jalan-jalan ke mal hampir semua outlet pasang papan gede-gede, “Diskon!!”.  Bikin ngiler kan…?

Diskon yang beraneka ragam

Tradisi banyak belanja menjelang Lebaran memang sudah jadi hal biasa.  Tapi kalau terus dibiasakan, apakah kita mau terbiasa menjadi orang yang boros, yang suka belanja berlebihan? Nggak donk…!

Asal tahu saja ya, ternyata memasang info ‘DISKON’ selama bulan Ramadhan adalah sebuah trik yahud dari pedagang untuk memanfaatkan animo masyarakat.  Tahu sendiri kan kadangkala kita seperti kesurupan kalau sudah melihat kata ‘DISKON’, apalagi jika besarannya di atas 50%. Wah, bisa kalap kita.

Ini pengalaman Mas pribadi waktu lihat outlet Wrangler nempelin stiker ‘DISKON’ di kaca etalasenya.  Mas langsung penasaran pengen tahu berapa kisaran harga celana jeans di Wrangler.  Dan begitu Mas lihat, alamak!!! Harga aslinya 250K buat sepotong celana, padahal Diskonnya cuma 20%, berarti ya masih 200K kan….?

Atau waktu nggak sengaja lihat papan ‘Diskon 70%’ di outlet Matahari.  Pas dicheck harga sebuah vest masih 178K, berarti harga awalnya 302,5K dong…Ckckck!! Masih kemahalan buat kantong Mas yang emang tipis.  Apalagi belum dapet THR nih…hehehe.

Memang kita perlu waspada.  Terkadang trik menarik perhatian pembeli ini bisa berujung pada penipuan.  Biasanya, para pedagang akan pasang harga tinggi dua sampai tiga bulan sebelum Ramadhan, dan akhirnya dijatuhinlah harganya pas mepet-mepet lebaran.  Jadi sebenarnya, diskon sampai di atas 50% itu boleh dibilang mustahil.  Coba deh bayangin kalau kita yang jadi penjualnya, waktu kita beli stok barang dulu harganya berapa eh masa didiskon sampai lebih dari separuhnya. Mau nggak? Kalau Mas sih ogah!!

Selain trik memajang tulisan ‘DISKON’ di outlet, ada beberapa trik lain yang biasanya dipakai oleh para pedagang.  Pasti kita pernah bertemu bandrol harga yang diakhiri dengan 800, 899, 900, atau 999.  Contohnya, waktu awal pembukaan puasa Mas melihat ada bandrol sebuah kaos dengan tulisan, “Hanya Rp 49.800,-”.  Nah loh, itu kan sebenarnya kalau dibulatkan sama dengan 50K. Memangnya ada ya Mal yang mau kembaliin 200 rupiah? Ada juga yang lebih sadis, harga sebuah kemeja di Pojok Busana tertulis dengan bandrol Rp 89.999,-.  OMG! Itu kan sama saja dengan 90K.  Tapi kadang kita cuma melihat depannya saja.  Biasanya kita bilang, “Ah, cuma 40ribuan. Yuph, cuma 80ribuan.”

Trik lain ada yang menggandakan jumlah barangnya.  Misal, kalau kita beli satu botol sirup harganya Rp 12.500,-, tapi kalau kita beli dua harganya cuma Rp 24.000,-, dan kalau kita beli tiga harganya jadi Rp 34.500,- apalagi kalau beli empat harganya Rp 44.000.  Sekilas memang lebih murah, tapi sebenarnya itu adalah trik pedagang agar arus stok barang lebih cepat.  Coba deh dipikirin perlu nggak sih kita beli sirup sampai empat botol? Buat dagang kali ya…?

Nah, permainan harga macam ini, kata Bang Farid Wajdi –Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK), punya akibat hukum kalau sampai merugikan konsumen.  Menurut Bang Farid, banyaknya iklan yang berselimut dusta dan bersifat menipu, bisa membuat pelakunya (-pedagangnya) dijerat ancaman pidanya sesuai dengan UU nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dan kalau terbukti membohongi konsumen, pelakunya bisa dipidana penjara paling lama dua tahun atau pidana denda sebesar Rp 5 Miliar. Wow, syeremmm….!!

“Hukuman ini memang perlu dijatuhkan agar ada efek jera bagi pelakunya dan konsumen pun terlindungi,” katanya.

Nah berarti kita sebagai pembeli kudu waspada dan hati-hati nih, kita berhak melaporkan para pedagang iseng yang sukanya bohongin konsumen.  Barang abal dibirang obral, barang bekas dibilang cuci gudang.  Wew…

Ada beberapa tips biar kita bisa tetap belanja dengan fun namun bijak, tepat dan hemat.  Coba tengok tipsnya :

  1. Sebelum ke mal (atau ke pasar, atau ke toko), kita kudu bikin SKALA PRIORITAS.  Barang apa ajah yang sebenarnya kita butuhkan catet deh di kertas atau note di hape.
  2. Biasakan buang air sebelum jalan-jalan.  Karena toilet umum hampir semuanya bayar.  Selain pemborosan, nggak nyaman juga buang air di tempat umum.
  3. Bawa uang dengan jumlah SANGAT SEDIKIT.  Buat jaga-jaga lebihkan secukupnya saja.  Kalau kita mau beli baju yang kisaran harganya 50K ya gak usah bawa duit sampai 2 juta.  Yang ada kita beli sama penjaganya sekalian.  (^.^)v
  4. Begitu sampai mal, CARI SAMPAI DAPAT barang yang kita butuhkan.  Jangan kebanyakan mampir.
  5. Pilih barang berdasarkan kualitas dan kebutuhan, bukan harga dan tampilan semata.  Jadi jangan beli kutang seharga 400K kalau sebenarnya itu kutang tidak akan pernah kita pamerin ke orang-orang.  Ya iyalah, mana mungkin kita pamerin kutang!!!
  6. Untuk mendapatkan kualitas bagus dengan harga terjangkau, coba cek barang serupa di dua atau tiga outlet yang beda.  Misalnya kalau kita mau beli kemeja, lihat di outlet Executive atau Maxim (biasanya barangnya berkualitas prima dengan harga yang tinggi) dan bandingkan dengan Matahari atau Pojok Busana.  Dengan begitu kita tahu barang seperti apa yang berkualitas dan harganya terjangkau.
  7. Belanjalah bersama orang yang bisa mengontrol hasrat membeli kita yang membabi buta.
  8. Kalau belanja di bulan puasa, belanjalah pada siang hari.  Selain sepi dan tenang, kita tidak akan tergoda untuk beli cemilan atau minuman.  Jadi hemat kan.
  9. Windows shopping boleh-boleh saja asal kita bisa kuat nahan tangan gatel kita buat keluarin dompet.  Alternatif lain daripada lihat barang di outletnya mending lihat yang jagain tuh barang, lumayan buat cuci mata…XP (hush!)
  10. Setelah selesai belanja, selesai pula kegiatannya.  Jadi langsung pulang dan nggak pake mampir lagi.  Kecuali kalau kamu kena tilang dan harus mampir di pos polisi prapatan.

Wokeh, mulai sekarang yuk kita sama-sama belanja dengan bijaksana : belanja yang tepat dan hemat.  Gak lagi belanja membabi buta dan berlebih-lebihan, karena Tuhan itu paling nggak suka dengan orang yang berlebih-lebihan.

Written by Noboru Akabara on WordPress.com

source : http://regional.kompas.com/read/2010/08/22/18204225/Waspadai.Program.Diskon

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s